Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang ulama senior Iran Ayatullah Muhammad Yazdi meninggal dunia pada hari Rabu (9/12) setelah lama menjalani perawatan medis dikarenakan sakit yang diderita.
Ayatullah Muhammad Yazdi lahir pada 1931 di kota Esfahan Iran, dan menjadi tokoh politik terkemuka pasca kemenangan revolusi Islam Iran pada 1979. Diantaranya ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Yudikatif Iran, Kepala Kejaksaan Agung, anggota parlemen untuk warga Qom dan Direktur Hauzah Ilmiah Qom dan jabatan terakhir yang diembannya adalah Ketua Dewan Ahli Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom dan anggota Majelis Ahli Pemimpin Tertinggi Iran.
Tokoh agama yang tutup usia di usia 89 tahun ini juga dikenal sebagai ulama fakih dan memiliki izin berijtihad dari Imam Khomeini. Ia bukan hanya murid Imam Khomeini, tapi juga berguru pada ulama besar lainnya seperti Ayatullah Burujerdi, Ayatullah Araki, Ayatullah Muhammad Taqi Amuli dan Ayatullah Syahroudi.
Semasa perjuangan menentang rezim Pahlevi, walaupun berada dalam penjara Ayatullah Yazdi tidak berhenti menulis untuk menjelaskan ajaran Islam, menerbitkan banyak buku dan artikel. Ketika dibebaskan ia banyak berdakwah dan menyampaikan ceramah yang sejalan dengan asas perjuangan Imam Khomeini.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, ia menduduki posisi-posisi penting di lembaga-lembaga tinggi Iran. Ulama revolusioner dan pejuang ini akhirnya menutup mata dan mengakhiri pengabdian fisinya pada Rabu (11/12) namun perkhidmatannya dalam mewariskan ilmu dan pemikiran-pemikiran politik masih terus berlanjut.